Suatu hari dihidupku, ketika mimpi dan kenyataan saling membaur melebur dan menyatu
Sabtu, 21 Maret 2015
belum ada judul
Suara kipas angin mini menggema di ruangan sempit berukuran 3 x 3 meter, terlihat beberapa puntung rokok merek Djarum dan bungkus mie instan bertuliskan Sarimi berserakan di lantai
keramik putih. Televisi yang sengaja dibiarkan menyala menayangkan siaran
langsung pelantikan presiden terpilih di negara yang ‘katanya’ sukses
mengadakan hajat besar. Pesta demokrasi. Terlihat seorang pemuda bertelanjang
dada dengan peluh bercucuran terlihat menarik selimutnya, masa bodoh dengan
pergolakan politik di negri kelahirannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar